Lampung Selatan – Sabtu (24/01/2026), tim dosen Program Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Sumatera (Itera) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa sosialisasi optimasi distribusi biogas melalui pemanfaatan alat transportasi gas di Desa Wawasan, Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan ini merupakan bagian dari program PkM berkelanjutan yang secara rutin dilaksanakan oleh Prodi Teknik Kimia Itera di Desa Wawasan sebagai desa binaan.
Kegiatan PkM kali ini difokuskan pada upaya meningkatkan pemanfaatan biogas sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan bagi masyarakat. Program tersebut diketuai oleh Dr. nat. tech. Didik Supriyadi, S.T., M.Eng. dan dilaksanakan bekerja sama dengan Koperasi Produksi Ternak (KPT) Maju Sejahtera, yang menjadi sentra peternakan sapi sekaligus pengolahan biogas di Desa Wawasan. Melalui kegiatan ini, tim dosen Teknik Kimia Itera berupaya membantu masyarakat sekitar KPT Maju Sejahtera memperoleh akses biogas yang lebih luas guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil, seperti LPG.
Desa Wawasan memiliki potensi besar dalam pengembangan energi terbarukan, khususnya biogas, karena populasi sapi yang cukup tinggi dengan produksi kotoran lebih dari satu ton per hari. Sebelumnya, limbah ternak tersebut telah dimanfaatkan menjadi pupuk dan biogas, namun masih dalam skala terbatas. Melalui program PkM ini, tim dosen Itera melakukan sosialisasi sekaligus menyerahkan alat transportasi biogas berupa biogas pump yang berfungsi meningkatkan tekanan dan laju alir gas, sehingga distribusi biogas dapat menjangkau masyarakat yang lebih luas.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi teknis mengenai sistem instalasi biogas, peninjauan reaktor biogas berkapasitas 17 m³ milik KPT Maju Sejahtera, serta pengecekan laju alir gas pada reaktor dan jaringan distribusi ke rumah-rumah warga. Selain itu, tim juga memberikan pendampingan teknis pemasangan biogas pump guna meningkatkan efektivitas distribusi gas. Biogas yang dihasilkan tidak hanya diharapkan memenuhi kebutuhan memasak sehari-hari warga, tetapi juga mendukung rencana penyelenggaraan bazar makanan selama bulan Ramadan di sekitar KPT Maju Sejahtera. Dengan penerapan teknologi ini, distribusi biogas dapat menjangkau area hingga ±1 km dari reaktor dan menjadi solusi energi alternatif yang efisien dan berkelanjutan.
“Setelah melalui kegiatan sebelumnya, biogas dari kotoran sapi ini kini dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. Sosialisasi dan teknologi yang diberikan pada kegiatan ini membantu meningkatkan distribusi biogas sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh warga di sekitar KPT Maju Sejahtera,” ujar Ir. Mustafa, salah satu anggota tim PkM Teknik Kimia Itera.
Ketua tim PkM menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program sebelumnya dalam penerapan ilmu teknik kimia dan energi terbarukan di masyarakat. “Potensi biogas di KPT Maju Sejahtera sangat besar dengan kapasitas reaktor mencapai 17 m³. Melalui penambahan biogas pump, kami berharap distribusi biogas dapat dilakukan secara lebih merata sehingga dapat dinikmati oleh lebih banyak warga. Teknologi ini memungkinkan biogas dialirkan dengan tekanan dan laju alir yang lebih stabil melalui jaringan pipa ke masyarakat sekitar,” jelasnya.
Ketua KPT Maju Sejahtera, Suhadi, turut menyampaikan apresiasi kepada Prodi Teknik Kimia ITERA atas pelaksanaan program tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan pendampingan yang diberikan. Dengan adanya alat ini, laju alir biogas meningkat dan nyala api yang dihasilkan menjadi lebih besar, sehingga warga dapat memasak dengan nyaman seperti menggunakan gas LPG,” ujarnya.
Program PkM ini menjadi wujud nyata komitmen ITERA dalam mendukung pengembangan dan optimalisasi pemanfaatan energi bersih dan berkelanjutan di masyarakat. Melalui penerapan teknologi biogas pump, masyarakat Desa Wawasan diharapkan dapat menikmati manfaat energi alternatif secara optimal sekaligus berkontribusi dalam mengurangi ketergantungan terhadap sumber energi fosil. (Humas TK)




