Pada Rabu (2/10), Tim dosen Teknik Kimia Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mengadakan sosialisasi mengenai pemanfaatan dan pengolahan limbah kotoran sapi menjadi biogas yang ramah lingkungan, serta sampah anorganik menjadi bahan bakar melalui teknologi pirolisis. Sebanyak 58 peserta yang merupakan masyarakat dari beberapa dusun di Desa Labuhan Ratu, Kecamatan Way Jepara mengikuti kegiatan sosialisasi ini dengan antusias.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian yang berkelanjutan. Sebelumnya, tim dosen ITERA yang diketuai oleh Andri Sanjaya, S.T., M.Eng. telah membangun reaktor fixed dome di desa tersebut, yang berfungsi untuk mengolah kotoran sapi menjadi biogas, sumber energi terbarukan yang bisa digunakan oleh masyarakat setempat untuk kebutuhan sehari-hari seperti memasak. Sosialisasi yang dilakukan oleh tim dosen ITERA ini juga mencakup pemanfaatan limbah dari hasil pengolahan biogas di dalam reaktor (bioslurry), serta keamanan dalam penggunaan reaktor (biosafety).
“Bioslurry ini dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, sehingga masyarakat dapat mengelola secara mandiri limbah dari hasil pembuatan biogas,” ujar Andri dalam sosialisasinya.
Selain pengolahan limbah kotoran sapi, tim dosen ITERA juga melakukan sosialisasi pemanfaatan dan pengolahan limbah anorganik, yaitu plastik, yang juga dapat menjadi sumber energi dengan metode pirolisis. Pirolisis adalah proses pemanasan sampah yang dapat mengubah sampah plastik menjadi gas, cairan, dan residu padat. Gas, cairan, dan residu yang dihasilkan dapat menjadi sumber bahan bakar alternatif. Sosialisasi ini didasari karena sebenarnya alat pirolisis telah tersedia di desa Labuhan Ratu, Kecamatan Way Jepara, Lampung Timur namun belum dimanfaatkan secara optimal.
Ketua Program Studi Teknik Kimia ITERA, Dr. Edwin Rizki Safitra, S.Si., M.Eng., menyampaikan, “Kegiatan ini dapat memberikan edukasi pada masyarakat lokal untuk membuka peluang ekonomi dan menjadi upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan.”