Program Studi Teknik Kimia ITERA mengadakan sosialisasi mengenai pemanfaatan bahan bakar padat berbasis biomassa dan penggunaan kompor biomassa di Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan pada Rabu (26/02/2025). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pengelolaan limbah biomassa dan penggunaannya sebagai energi terbarukan. Tim Dosen juga menyampaikan bahwa pemanfaatan biopelet dan biobriket dari kayu karet atau biomassa lainnya merupakan solusi energi alternatif yang ramah lingkungan.
Kepala Desa, Hairul, menyampaikan dalam sambutannya bahwa kegiatan ini dapat menjadi tempat diskusi yang bermanfaat bagi masyarakat dan perguruan tinggi. Hairul juga berterima kasih atas kedatangan Tim Dosen Teknik Kimia ITERA ke Desa Tarahan karena sebelumnya Desa disibukkan oleh kegiatan Pilkada dan kegiatan terkait.
Kegiatan yang dihadiri oleh para Kepala Dusun dan masyarakat setempat ini memperkenalkan secara langsung biopelet dan biobriket yang sudah komersil dan bernilai tinggi. Selain itu, masyarakat Desa Tarahan antusias saat salah satu Tim Dosen, Dr. Eng. Feerzet Achmad, S.T., M.T., mendemonstrasikan penggunaan kompor biomassa sebagai tungku pembakaran yang efisien.
Dalam kesempatan ini, Tim Dosen Teknik Kimia ITERA juga melaksanakan survey sebagai kegiatan pendahuluan Pendanaan Riset Pembangunan Berkelanjutan yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) berjudul KOHERA (Kompor Hemat Energi ITERA). KOHERA merupakan inovasi kompor biomassa yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembakaran dan mengurangi emisi asap, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan kompor tradisional. Kompor ini menggunakan biopelet dan biobriket sebagai bahan bakar utama, memungkinkan masyarakat untuk menghemat penggunaan bahan bakar sekaligus mendukung energi terbarukan.
Dr. Edwin Rizki Safitra, salah satu Tim Dosen, menyatakan bahwa KOHERA diharapkan dapat menjadi solusi bagi masyarakat dalam menghadapi tantangan ketersediaan energi sekaligus berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon. “Kami berharap sosialisasi ini dapat mendorong masyarakat untuk mulai beralih ke energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan dengan menggunakan teknologi seperti KOHERA,” ujarnya.
Dengan adanya inovasi ini, diharapkan bahan bakar padat berbasis biomassa dan KOHERA dapat menjadi solusi dalam menghadapi krisis energi serta mendukung upaya pengurangan emisi karbon di Indonesia. (Humas TK)