Edit Content
Menu Utama
Tautan Terkait
Informasi Kontak

Prodi Teknik Kimia ITERA Ajak Petani Karet Manfaatkan Asap Cair Jadi Penggumpal Lateks

ITERA NEWS. Dosen dan mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Institut Teknologi Sumatera (ITERA) mengedukasi para petani karet di Stasiun Lateks milik PTPN VII Unit Kedaton untuk memanfaatkan asap cair hasil karbonisasi atau pembakaran tempurung kelapa sebagai penggumpal lateks atau getah karet. Kegiatan yang menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat tersebut  dilakukan oleh tim dosen yang terdiri dari Dr. Eng. Feerzet Achmad, S.T., M.T., Deviany, S.T., M.Si., Ph.D., Arysca Wisnu Satria, S.ST., M.Eng., dan Dennis Farina Nury, S.T., M.T. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Fajri Aditya dan Anggi Oktasari.

Ketua prodi Teknik kimia, Dr. Eng. Feerzet Achmad, S.T., M.T., menyebut bahwa tujuan kegiatan tersebut adalah untuk membantu meningkatkan pemahaman petani karet Desa Sabah Balau, Lampung Selatan terkait pemanfaatan asap cair sebagai koagulan alami lateks. “Banyak yang belum mengetahui asap cair hasil pembakaran tempurung kelapa memiliki potensi sebagai penggumpal lateks” ujar Feerzet, beberapa waktu lalu.

Banyak yang belum mengetahui asap cair hasil pembakaran tempurung kelapa memiliki potensi sebagai penggumpal lateks

Sementara Deviany, S.T., M.Si., Ph.D selaku ketua tim PKM teknologi tepat guna menambahkan bahwa kandungan asam-asam organik dalam asap cair bersifat ramah lingkungan dibandingkan dengan asam formiat sebagai koagulam kimia yang umum digunakan. Kandungan senyawa antibakteri dan antioksidan dari asap cair dapat menjadi nilai lebih koagulan alami tersebut. Hasil pengujian beberapa karakteristik lateks hasil penggumpalan seperti nilai plastisitas, kadar abu dan kotoran, menunjukkan bahwa asap cair dapat dijadikan sebagai alternatif koagulan alami. Peragaan yang dilakukan di tempat pelaksanaan kegiatan PKM menunjukkan bahwa pemakaian asap cair memberikan waktu koagulasi lebih cepat dan koagulum yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan dengan asam formiat.

 Asap cair yang digunakan dalam peragaan tersebut diproduksi dari tungku karbonisasi tempurung kelapa dan unit distilasi asap cair yang dibangun oleh tim PKM bekerja sama dengan mitra usaha Arang dari tempurung kelapa di desa Muara Putih, Natar, Lampung Selatan pada bulan Juli 2022. Hasil produksi dari tungku karbonisasi dan unit distilasi asap cair mencapai 25 liter per 1 (satu) ton tempurung kelapa.

Program Hibah LPPM

Kegiatan pengabdian masyarakat ini wujud konkrit pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi dosen ITERA yang berusaha mengimplementasikan teknologi tepat guna di masyarakat. Pengabdian yang dilakukan para dosen dan mahasiswa merupakan program hibah dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITERA.

Salah satu mahasiswa Teknik Kimia Fajri Aditya menyampaikan hasil teknologi tepat guna ini sangat berpotensi untuk dikembangkan karena selain menjadi salah satu solusi permasalahan polusi udara yang dihasilkan dari pembuatan arang tempurung kelapa, asap cair yang dihasilkan memiliki nilai tambah sebagai koagulan alami lateks, biopestisida dan biopreservatif (pengawet makanan).

Fajri Aditya berharap, kedepan lebih banyak masyarakat dapat memanfaatkan teknologi yang ada dalam bidang pertanian khususnya karet. Upaya-upaya Kerjasama dari berbagai pihak, seperti akademisi, pemerintah, swasta dan masyarakat perlu terus ditingkatkan dan dijaga. Terutama dukungan pemerintah sangat diperlukan agar kegiatan teknologi tepat guna dan pemberdayaan seperti ini dapat berlanjut secara berkesinambungan. []

Reporter : Selvy Armanda (Teknik Kimia)

Bagikan informasi:

Komentar Anda

Your email address will not be published. Required fields are marked *